Melestarikan Usaha Temurun Produksi Ikan Asin Sasi dan Hj Wina Perannya Terhadap Ekonomi Masyarakat Tabanio

- Reporter

Kamis, 12 Januari 2023 - 19:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjarmasin, TerbitKalimantan.com – Ikan asin sudah jadi makanan sehari-hari orang Indonesia. Rasa asin dan gurih yang nikmat membuat ikan yang diawetkan ini cocok di lidah banyak orang, Kamis (12/1/2023).

Selain tahan lama, ikan asin juga bisa diolah dengan cepat dan mudah sehingga banyak dijadikan makanan harian keluarga.

Pantai Tabanio terletak di Desa Tabanio Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut (Tala) Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satu wisata alam dan wisata bahari di Kalsel karena Desa Tabanio merupakan salah satu kampung nelayan di Kalsel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wisata Pantai Tabanio dikelola oleh masyarakat setempat. Menyajikan pemandangan indah dan alami sekaligus melihat langsung perkampungan nelayan setempat. Banyak perahu nelayan berjejer di bibir pantai.

Bagi sebagian nelayan di daerah ini, menjual ikan segar dari hasil tangkapannya, ternyata bukanlah mata pencaharian paling utama. Sebagian nelayan di daerah ini, mencoba mencari nilai tambah dengan mengolah hasil tangkapannya menjadi ikan asin. Beraneka jenis ikan yang diasinkan mulai dari jenis ikan teter, ikan talang, ikan teri bunga, ikan kakap, ikan teri belang tawar dan berbagai jenis ikan lainnya.

Hasil tangkapan ikan nelayan juga mata usaha masyarakat turun menurun.

Bicara Kabupaten Tanah Laut rasanya tidak menarik bila tidak membahas Ikan Asin Khas Tabanio.

Para Nelayan berangkat meninggalkan kampung halaman 15 hari bisa lebih lamanya. Kedatangan para nelayan membawa hasil tangkapan sejak terangnya bulan kembali ke kampung halaman

Zuki bersama istrinya Hj. Irau yang mana sebagai pemilik kapal sepeninggal Almarhum H. Wahyuni anak-anaknya meneruskan usaha kesuksesan suami istri Sasi dan Hj Wina berkembang pesat maju
suaminya dan anak-anaknya Sasi dan Hj Wina.

Menurut Zuki dan Hj Irau, hasil tangkapan nelayan ikan tersebut dijemur terus ditimbang dibungkus karung dibawa ke banjarmasin ditempat penampungan juga sebagian dijual di banjarbaru tepatnya di perumahan Cordoba sekumpul raya gunung rongeng oleh anaknya sebagai agen terbesar di banjarbaru melayani jual beli dan pengiriman ke pulau jawa melalui jasa ekspedisi jnt dan jne.

Sedangkan Sasi dan Hj Wina anak anak dari Zuki dan Hj Irau, Ikan-ikan tersebut dikemas dalam bentuk bungkusan yang dijadikan oleh-oleh bagi para pengunjung yang datang ke kota ini. Kalau anda mengunjungi Desa Tabanio Kabupaten Tanah Laut, jangan sampai lupa untuk membeli oleh-oleh ikan asin khas Tabanio tersebut yang dapat membuat nafsu makan anda semakin bertambah.

Masyarakat di daerah ini khususnya Kalimantan Selatan, Mayoritas merupakan pedagang ikan asin dan dalam kemasan. Bahkan produk ikan asin khas Tabanio telah merambah ke seluruh kota di Indonesia.

“Bukan saja warga Tabanio yang doyan terhadap ikan asin ini, tapi dari luar daerah, seperti Medan, Pekan Baru dan juga daerah ibu kota Jakarta ikut serta membeli ikan asin kemasan ini untuk dijadikan oleh-oleh untuk di bawa ke kampung halamannya,” ungkap Zuki.

Jadi, bagi anda yang sudah merasakan nikmatnya ikan asin asal Tabanio, akan ketagihan untuk datang kembali dan membelinya lagi.

Harga yang ditawarkan setiap kemasannya memang berbeda dilihat dari jenis ikannya, tapi dapat dipastikan anda tidak sampai merogoh kocek cukup dalam, karena harganya mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu saja. Ikan asin khas Tabanio memang memiliki cita rasa yang berbeda dibanding ikan asin lainnya. Bagi Anda yang penasaran langsung saja berburu langsung ke Desa Tabanio.

(do/tk)

berita terkait

Resepsi Amelia Syifa–Putra Indriadi, Air Mata Bahagia dan Doa Mengiringi Awal Rumah Tangga
Resmi Pimpin Mawil DAB Kalsel, Gusti Mona Herliany Gaungkan “Satu Adat, Satu Hati, Satu Banua”
AI Mulai Mengubah Wajah SDM di Banjarmasin, Efisiensi Naik tapi Tantangan Tak Terelakkan
Di Balik Isu Sumbangan Sukarela SMKN 5 Banjarmasin: Fakta, Regulasi, dan Prestasi
HAKORDIA 2025: ARM Dorong Pengawasan Publik, Transparansi, dan Aksi Nyata Anti-Korupsi
Kemenangan di Pengadilan Tinggi, Kejari Tala Disebut Garda Terdepan Penjaga Aset Negara
Dorong SDM Keagamaan, H. Zainul Abidin Puji Program Beasiswa Santri Tanah Laut
Adu Data di HSU: Aktivis BABAK Ungkap Citra Satelit Bantah Klaim Penyerobotan Lahan

berita terkait

Senin, 22 Desember 2025 - 23:29 WITA

Resepsi Amelia Syifa–Putra Indriadi, Air Mata Bahagia dan Doa Mengiringi Awal Rumah Tangga

Minggu, 21 Desember 2025 - 08:35 WITA

Resmi Pimpin Mawil DAB Kalsel, Gusti Mona Herliany Gaungkan “Satu Adat, Satu Hati, Satu Banua”

Jumat, 19 Desember 2025 - 20:23 WITA

AI Mulai Mengubah Wajah SDM di Banjarmasin, Efisiensi Naik tapi Tantangan Tak Terelakkan

Senin, 15 Desember 2025 - 15:54 WITA

Di Balik Isu Sumbangan Sukarela SMKN 5 Banjarmasin: Fakta, Regulasi, dan Prestasi

Selasa, 9 Desember 2025 - 17:52 WITA

HAKORDIA 2025: ARM Dorong Pengawasan Publik, Transparansi, dan Aksi Nyata Anti-Korupsi

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:56 WITA

Kemenangan di Pengadilan Tinggi, Kejari Tala Disebut Garda Terdepan Penjaga Aset Negara

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:44 WITA

Dorong SDM Keagamaan, H. Zainul Abidin Puji Program Beasiswa Santri Tanah Laut

Minggu, 30 November 2025 - 23:20 WITA

Adu Data di HSU: Aktivis BABAK Ungkap Citra Satelit Bantah Klaim Penyerobotan Lahan

berita terbaru