Terbitkalimantan.com, BANJARMASIN – Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah kembali hadir sebagai momentum suci yang sarat makna, tidak hanya sebagai perayaan kemenangan, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk kembali pada fitrah, menyucikan hati, serta mempererat jalinan silaturahmi.
Dalam nuansa religius yang penuh kehangatan tersebut, Keluarga Besar Kerukunan Rakyat Banua Kalimantan (KERABAT) Kalimantan Selatan melalui Ketua, Indra Jaya—yang akrab disapa Indrai—menyampaikan ucapan Idulfitri kepada Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, beserta keluarga.
Ucapan itu bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan juga mengandung doa tulus dan harapan besar agar kepemimpinan di Banua senantiasa diliputi keberkahan, kebijaksanaan, dan kekuatan dalam mengemban amanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Indra Jaya dalam pernyataannya, menghadirkan pesan yang kental dengan nilai keikhlasan dan spiritualitas.
Menurutnya, Idulfitri merupakan titik kembali bagi setiap insan untuk menata ulang niat dan memperbaiki diri, sekaligus memperkuat nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks pembangunan daerah, nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan harmoni sosial dan keadilan.
Indra menuturkan, kepemimpinan yang dilandasi keikhlasan serta nilai-nilai religius akan menjadi kunci dalam menghadirkan keberkahan bagi masyarakat luas.
“Di momentum yang penuh rahmat ini, kami berharap Bapak Gubernur H. Muhidin senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam menjalankan amanah untuk kemajuan Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat menjadi hal yang tak terpisahkan dalam menjaga persatuan dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Di tengah suasana Lebaran yang identik dengan kebersamaan, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai silaturahmi, toleransi, dan kepedulian sosial harus terus dirawat sebagai kekuatan utama dalam membangun Banua.
“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan perlindungan-Nya, serta membimbing setiap langkah dalam pengabdian demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Pada akhirnya, Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan usai menjalani ibadah puasa, tetapi juga sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen dalam kebaikan, memperkuat persatuan, serta membangun Kalimantan Selatan dengan landasan nilai-nilai spiritual yang kokoh. (tk)







