Kasus Curanmor di Tala Tak Lanjut ke Persidangan, Kejari Terapkan Restorative Justice

- Reporter

Rabu, 17 September 2025 - 12:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terbitkalimantan.com, Pelaihari – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanah Laut kembali menunjukkan penerapan hukum yang humanis. Pada Selasa, 16 September 2025, Kejari Tala menghentikan penuntutan perkara pencurian dengan pemberatan melalui mekanisme restorative justice.

Agenda ini berlangsung di ruang rapat Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut, dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan bersama seluruh Kepala Kejaksaan Negeri dan Kasi Pidum se-Kalimantan Selatan.

Kasus yang dihentikan adalah perkara pencurian yang menjerat tersangka RA. Pada 8 Juli 2025 lalu, RA diketahui mencuri satu unit motor Yamaha Aerox dan sebuah ponsel OPPO A53 milik korban AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, proses hukum tidak dilanjutkan ke meja hijau setelah pihak korban dan pelaku sepakat berdamai. Beberapa faktor juga memperkuat keputusan ini, di antaranya:

RA baru pertama kali melakukan tindak pidana.

Tidak masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan bukan residivis.

Berstatus sebagai tulang punggung keluarga.

Tercapainya kesepakatan damai antara pelaku dan korban.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, menyetujui penghentian penuntutan yang diajukan Kejari Tala setelah menilai seluruh syarat sesuai Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Kejari Tanah Laut menegaskan, penerapan restorative justice bukan sekadar menghindarkan pelaku dari jeratan hukum, melainkan juga memberikan keadilan yang lebih proporsional dan menekankan pemulihan hubungan sosial.

“Pendekatan ini menjadi bentuk penyelesaian hukum yang tidak hanya menekankan pada hukuman, tetapi juga memberi ruang perdamaian, memulihkan kerugian, serta menjaga harmoni di masyarakat,” ujar perwakilan Kejari Tala.

Dengan keberhasilan penyelesaian kasus ini, Kejaksaan berharap restorative justice dapat semakin dipahami masyarakat sebagai solusi hukum yang lebih berkeadilan dan humanis, khususnya di Kabupaten Tanah Laut. (DR)

berita terkait

Di Hari Kemenangan, KERABAT Kalsel Doakan Kepemimpinan H. Muhidin Penuh Berkah
Lampu Merah Bukan Tempat Mencari Nafkah: Satpol PP Bertindak, Dinsos Disorot
Bersama Aktivis, Insan Pers dan APH, BABAK Kalsel Gaungkan Kepastian Hukum di Momentum Ramadan
Ngeyel Saat Ditertibkan, Penjual Tisu di Flyover Gatsu Tantang Petugas Baca Perda
Ramadan Penuh Berkah, KERABAT Kalsel Ingatkan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup Umat
Bukber Ramadhan 1447 H, SOKSI Banjarmasin dan Golkar Eratkan Ukhuwah di YN’S Center
Kasus Kredit Bermasalah Rp4,7 Miliar, Upaya Bantahan Eks Mantri BRI Kandas
Banser Kalsel Perkuat Sinergi dengan Polda, Tegaskan Dukungan Polri di Bawah Presiden
Tag :

berita terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 05:01 WITA

Di Hari Kemenangan, KERABAT Kalsel Doakan Kepemimpinan H. Muhidin Penuh Berkah

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:07 WITA

Lampu Merah Bukan Tempat Mencari Nafkah: Satpol PP Bertindak, Dinsos Disorot

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:14 WITA

Bersama Aktivis, Insan Pers dan APH, BABAK Kalsel Gaungkan Kepastian Hukum di Momentum Ramadan

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:47 WITA

Ngeyel Saat Ditertibkan, Penjual Tisu di Flyover Gatsu Tantang Petugas Baca Perda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:13 WITA

Ramadan Penuh Berkah, KERABAT Kalsel Ingatkan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup Umat

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:39 WITA

Kasus Kredit Bermasalah Rp4,7 Miliar, Upaya Bantahan Eks Mantri BRI Kandas

Senin, 16 Februari 2026 - 15:01 WITA

Banser Kalsel Perkuat Sinergi dengan Polda, Tegaskan Dukungan Polri di Bawah Presiden

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:16 WITA

Touring Penuh Makna, KERABAT Jelajahi Wisata Banua Sambil Perkuat Konsolidasi

berita terbaru